Rabu, 22 Mei 2013

TELAH DIBUKA SMAIT PUTRI RUHUL JADID


Telah dibuka SMA Islam Terpadu khusus putri di Pesantren Al-Qur'an Terpadu Ruhul Jadid yang beralamat di Jalan Raya Kutruk Kampung Nagrak RT 02/05 Desa margasari Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang. SMAIT Ruhul Jadid adalah SMA Islam Terpadu  Khusus Putri Pertama dengan program Boarding School (berasrama) yang ada di Kabupaten Tangerang. Dengan Motto mendidik Santriwati yang Sholehah dan Berprestasi, SMAIT Putri Ruhul Jadid didirikan menjadi SCHOOL OF LEADERS  yang akan mempersiapkan para santriwati menjadi para pemimpin dan bintang sesuai dengan kecerdasannya masing-masing (Multiple Intellegences). 

Pendaftaran Santri baru Tahun Pelajaran 2013/2014 ditutup sampai tanggal 30 Juni 2013.

AYO BURUAN DAFTARKAN PUTRI ANDA YANG AKAN MASUK SMA, DI SMA ISLAM TERPADU RUHUL JADID KHUSUS PUTRI!  (TEMPAT TERBATAS)
Telp : (021) 5994170 (Kantor)
           (021) 92583413/081282968470 (Titi Anisah, S.Pd)

Sabtu, 06 April 2013

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI PENERIMAAN SANTRI BARU TP.2013/2014

Berdasarkan seleksi Penerimaan Siswa Baru Tahun Pelajaran 2013/2014 pada Hari Ahad, 31 Maret 2013, kami sampaikan hasilnya sebagai berikut :
A. Santri Putra yang Lulus dan Diterima
NoNamaNoNama
1Satrio widiatmojo17Hafidz Nasrulloh
2Fakri Aqil Hidayat18Muhammad Rizqi Ausyaf firdaus
3Sya'ban dwi cahyo19Salman Al Farisi
4Ihsanul Fikri20Viga ardhinata
5Aldi Nur Furqon21M. Taqiyudin robbani
6Abdullah Sukri22M. Sayyid sabilillah
7Akmal habibi fadhlurahmansyah23Febrian dwi cahyo
8Gesit zain annafi24Muhamad Fadly Radiansyah putra
9Muhammad Faris Atstsauri25Nujiya kaisan hilmi
10Naufan mulya aziz akbar26Surya wibisono
11Farhan abdillah al-mukhni27Hammam Ikhsan abdurrozzaq
12Fadhil Muhamad Aziz28Sya'bani ghiffard wahyu
13Afnan Ikhsan29Muhammad Abdul faqih
14Kemal Febriansyah30Diki anugrah pratama
15Alif Fahrizal akbar31M .Romli
16Muhammad akmal tajri32Bintang ariya Krisna

B. Santri Putra Cadangan
NoNama
1Muhamad ichsan S
2Hilal fauzan
3Alamsyah Qolbi
4Zacky tivanie azmi
5Abimanyu Subagyo
6Ahmad faqih shibghotulloh
7Leornardo haikal Prabowo
8Hafidz Azzam Bissidqi
9Amar habibullah milsi
10Hafidz alifian hidayat
11Lili Herdiyanto
12Miftahudin
13M. Syamsudin
14Fahmi Ilmi

C. Santri Putri yang Lulus dan Diterima
NoNamaNoNama
1Firda amalia19Luthfiah nisa hanifah
2Afifah Qurotul Aini20Salsabila Nadzifah
3Sabela putri raksa Al-fitroh21Ashma nabila asy syifa
4Hilmy Nur Alifah22Syifa Fauziyah
5Aisyah Syamila Tazkiyah23Syifa
6Eka nur fitria ningrum24Hayin nizya fahrika
7Aqilia syabiba A25Orchidea Cantika
8Adriyani aribah zalfa26Azizah nurul Alifianti
9Syipa paujiyah27Annisa nurul haq
10Mita Suci Aliyin28Tsabita Adzkia Fairozzaki
11Rizki amalia hamidah29Rodhiyatul muflihah
12Annisa nurhaliza30Alya dianti chairunnisa
13Riffa nawaal najla31Syifa aulia Rahmah
14Hani nursyaidah32Hanny nurfazna yonesta
15Alifia nabila33Aliyah wulan tsabita
16Khonsa Qonita34Hasna Mufidah
17Nisrina Darmayanti35Nurmilati Hanifa
18Tasya Pramudhita maharayi

D. Santri Putri yang Lulus Bersyarat
NoNama
1Fatimatus Zahra
2Hajar hamidah
3Mita amelia
4Khoirunnisaul azizah
5Nurlia damayanti
6Shafa auli ramadhon S
7Shifa aulia pasya
8Windy Wulansari
9Nadzifah Imaduddin
10Reva hajar Aurinnisa
11Izzatul nurul hanna
12Siti Mardhatillah
13Ghalda El Nazihah
14Arsy nurdiatin
15Nahda Salsabila

E. Santri Putri Cadangan
NoNama
1Fatimah Az Zahra
2Alfina Dian sari
3Alfi Zahra yasmin
4Zalfa nurzahidah
5Rani rahmawati
6Syifa Nur Kholisoh
7Prihatini
8Nahla Salsabila
9Siti hajar Nur Hanifah
10Sylvia oktaviani
11Natasya cahyani

1. Bagi peserta yang telah lulus dan diterima untuk mendaftar ulang dengan membayar uang masuk sebesar
    60% dan SPP Bulan Juli 2013 pada tanggal 8 s.d 14 April 2013 jam 09.00 - 15.00. (membawa materai 
    6000 dua buah). 
2. Bagi peserta yang dinyatakan lulus bersyarat diharapkan hadir dalam pertemuan pada hari Ahad, 14 April
    2013 jam 10.00 di Pesantren al-Qur'an Terpadu Ruhul Jadid. 
3. Bagi peserta yang dinyatakan cadangan diharapkan menunggu informasi dari pesantren setelah selesai
    daftar ulang terakhir.

Sabtu, 15 Desember 2012

Solidaritas untuk Palestina


   Allahhuakbar.....allahuakbar.....allahuakbar.....yahudi"....hancurkan".....
israel"....hancurkan"....saudara-saudara ikhwan dan akhwat , asatidz wa asatidzah SMPIT RUHUL JADID,para pejabat yang terhormat, anggota dewan perwakilan rakyat tanggerang beserta calon-calom bupati kabupaten tanggerang yang hadir pada saat ini ,bapak-bapak polisi dan seluruh masyarakat, para pejabat dan seluruhnya kaum muslimin dan muslimat,dan masyarakat kab tanggerang yg saya hormati , kita harus tau bahwa saudara" kita di Gaza sana telah di bom bardir telah di bunuh dengan roket-roket yang di lepaskan oleh pesawat tempur F-16 milik Zionis Israel, sampai hari ini, saudara-saudara kita di Gaza Palestina sudah menembus angka 731 yg menjadi korban dan lebih banyak lagi anak-anak dan wanita, meskipun hari ini , malam kemarin pada pukul 21.00 zionis israel laknatullahi alaihim, telah menyetujui Gencatan senjata dengan saudara-saudara kita dari HAMAS, tapi kita yakin yang namanya ZIONIS,dan  yang namanya yahudi la'natullahi alaihim, tidak akan pernah mereka menepati JANJI nya, karna memang allah telah gambarkan dalam Al-Quran bahwa orang" yahudi, orang" zionis adalah orang" yang suka mendustakanyang suka dusta dan menyalahi janjinya,..oleh karna itu,kita tidak yakin dengan apa yang dikatakan bangsa israel, oleh perdana mentri israel yang mengatakan mereka tidak akan melakukan serangan leeeebiiihhh....jauh lagi,tapi kita lihat dari hitungan 2x24 jam ke depan pasti kita akan terdengar kembali saudara" kita di palestina di bantai kembali oleh orang" yahudi zionis ,israel la'natullahi alaihim, saudara" sekalian oleh karna itu masalah Gaza ini tidak akan pernah selesai sampai adanya dukungan dari seluruh kaum muslimin...oleh karna itu kita semua harus membantu dan bersolidaritas dalam dukungan palestina ini dengan DO'A dan Segelintir uang untuk mereka yang ada di sana..... :)

Sabtu, 15 September 2012

Ssiswa SMPIT Ruhul Jadid Kunjungi DPRD Kabupaten Tangerang



Kiritik Wakil Rakyat lewat lagu Iwan Fals

Bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat menerima kritikan atau protes dari para mahasiswa , aktifis LSM ataupun dari wartawan mengenai kinerjanya sudah biasa. Namun  bagaimana jika kritikan tersebut keluar dari mulut pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.

Berita negative mengenai kinerja anggota dewan yang muncul di berbagai media cetak maupun elektorik menimbulkan  rasa penasaran bagi ratusan Pelajar SMP Islam Terpadu Ruhul Jadid yang berlokasi di jalan Kutruk Kecamatan TIgaraksa. Mereka ingin mengetahui apa tugas pokok dari para anggota dewan tersebut karena yang mereka tahu selama iuni banyak anggota dewan yang  kerjanya hanya tidur atau jalan-jalan saja. Bahkan salah seorang siswa tersebut  saat dialog dengan anggota DPRD Kabupaten Tangerang  sempat menyanyikan lagu Iwan Fals berjudul wakil rakyat untuk menyampaikan kritikannya.

“Kami ingin tahu apa yang dilakukan para anggota dewan sebenarnya, apakah benar apa yang kami lihat selama ini bahwa mereka hanya tidur atau jalan-jalan saja, ungkap Azam Zakwan (13) siswa kelas 8 SMP IT Ruhui Jadid.

Kunjungan Ratusan siswa ini adalah dalam rangka menerapkan CTL (contextual teaching learning) yaitu proses pembelajaran yang langsung ke pusat kegiatan masyarakat yang dalam hal ini adalah DPRD Kabupaten Tangerang. Dengan kegiatan ini siswa langsung berinteraksi dengan objek sumber belajar mereka.Tim Redaksi

Belajar Mujawwidul Qur'an

Alhamdulillah salah satu kegiatan ekstrakurikuler mujawwidul Qur;an (membaca Al qur'an dengan lagu) mulai bulan September 2012, di Pesantren Al Qur'an Terpadu SMPIT Ruhul Jadid Tigaraksa Tangerang Banten.

Ekskul unggulan yang telah lama di tunggu ini di bimbing oleh tim Al Qur'an yaitu Ust. Fajri, Ust. Rahmat dan Ust. Hafidz dengan pembagian 2 kelompok yaitu kelompok putri dan kelompok putra. 

Dalam pertemuan pertama hari Sabtu 15/09/2012 ust Fajri mengatakan kepada para peserta, bahwa "tujuan dari adanya Ekstrakurikuler Mujawwidul Qur'an ini adalah untuk menyalurkan minat dan bakat santri SMPIT Ruhul Jadid dalam bidang seni membaca Al Qur'an". Lebih lanjut menurut ustad Fajri yang juga menjabat sebagai kepala sekolah ini, "dengan adanya Ekskul Qur'an SMPIT Ruhul Jadid mampu melahirkan para Qori' dan Qori'ah yang bisa langsung terjun ke masyarakat dalam rangka menyampaikan da'wah Al Qur'an.

Berikut contoh-contoh materi yang di ajarkan di kegiatan Ekstrakurikuler Al Qur'an di SMPIT Ruhul Jadid.  Tim Redaks






i

Rabu, 05 September 2012

Guru SMPIT Ruhul Jadid Ikuti Multiple Intelligence Training

Pada tanggal 9-10 Agustus 2012 yang lalu, Yayasan Al Qur'an Terpadu Ruhul Jadid, mengirimkan 6 orang guru untuk mengikuti pelatihan Penerapan Multiple Intelligence (MI) pada Sekolah, di Lembaga Training Lazuardi-Next Jakarta Selatan. Mereka yang mengikuti pelatihan adalah 3 guru dari SMPIT dan 3 guru SDIT Al Qur'an Terpadu Ruhul Jadid.

Dalam pelatihan yang juga diikuti 50-an guru dari perwakilan sekolah-sekolah se-Jabodetabek ini, guru-guru diberikan pengertian bahwa semua siswa adalah para juara, semua siswa adalah cerdas, tidak ada satupun siswa yang bodoh. Lebih lanjut Pak Iswoyo salah satu trainer menjelaskan bahwa karakteristik siswa akan senantiasa memiliki kecerdasan dan kelebihan, nah tugas dari guru lah harus membuka pintu-pintu kecerdasan yang ada pada seorang siswa. Ketika seorang siswa kurang mampu menyelesaikan tugas-tugas pelajaran matematika, maka bisa jadi dia dengan cepat bisa menyelesaikan soal-soal bahasa Indonesia, lanjut pak Is, panggilan sehari-harinya.

Menurut Prof. Howard Gardner, ada 8 kecerdasan yang dimiliki oleh manusia. Kecerdasan itu adalah cerdas bahasa (linguistik), cerdas gerak, cerdas sosial atau bergaul, cerdas musik, cerdas gambar atau visual, cerdas angka, cerdas diri, dan cerdas alam.

Pada implementasinya cerdas bahasa akan menjadikan seorang siswa ahli dalam bahasa, sastra, presenter, reporter, atau penyiar berita. Seorang siswa yang memiliki kecerdasan gerak, akan menuntunnya menjadi seorang atlet. Cerdas sosial atau bergaul akan menjadikan seorang siswa di hari tuanya akan menjadi bisa aktivis sosial, pecinta alam atau penggiat LSM. Kecerdasan musik, pada akhirnya akan menjadikan seorang siswa sebagai seniman, komposer, produser musik dan lain-lain. Begitu juga dengan kecerdasan-kecerdasan lain, katakanlah kecerdasan angka, akan menuntun anak menjadi seorang ilmuan.

Jadi seorang guru tidaklah harus bersedih dan juga tidaklah terlalu berbangga pada siswa yang pada satu sisi lemah dalam pelajaran matematika tetapi terampil dalam pelajaran olahraga. Nah yang harus diperhatikan adalah bagaimana seorang guru harus membuat strategi belajar sebagai alat atau media agar para siswa yang memiliki berbagai kecerdasan tadi, mampu menangkap pelajaran yang sedang atau akan diajarkan oleh guru. Fajri

Kamis, 10 Mei 2012

Artikel : Dimana Anak Kita bersekolah?

Fajri al-Bankulani*

Puncak dari aktivitas pendidikan di semua tingkat SD, SMP dan SMU akan berakhir pada April – Mei tahun ini.  Sebagai orang tua yang baik, kemungkinan sudah memilih dan memilah Sekolah tempat anaknya melanjutkan pendidikan. Ada yang sudah dapat, tapi ada juga yang belum dapat, bahkan kemungkinan besar masih ada yang bimbang. Memilih dan memilah Sekolah, haruslah dilandasi dengan pemahaman yang baik atas Sekolah tersebut. Jangan sampai terjadi penyesalan di akhir pendidikan anak, karena tidak selektifnya orang tua memilih Sekolah di awalnya.

Setiap orang tua  pasti menginginkan anaknya berhasil. Bangga apabila anak berhasil menjadi seorang Dokter, Insinyur. Apalagi jika anak kita mampu menyelesaikan studi ekonomi di Harvard University, sekolah ekonomi yang sangat terkenal itu. Inilah keinginan kita atau cita-cita. Ibarat satu bangunan piramida, maka cita-cita dan kesuksesan adalah puncaknya.

Guna mengejar cita-cita tersebut, oleh orang tua, anaknya diikutkan berbagai kegiatan di masa kecilnya. Bimbel, les bahasa Inggris, les melukis, piano, menyanyi dan lain-lain. Dengan harapan bahwa anaknya memiliki keterampilan dan menguasai pelajaran tersebut. Walaupun dengan harus membayar mahal, tidak sedikit orang tua rela menggadaikan harta, guna keberhasilan anak-anaknya di masa yang akan datang, sungguh sebuah perjuangan.

Sepintas hal ini sangat lumrah bahkan sangat wajar. Karena sebagian besar orang tua masih menganut pribahasa berakit-rakit ke hulu berenang ke tepian, bersakit-sakit dahulu senang kemudian. Namun, apabila dianalogikan dengan bangunan atau piramida, maka pada masa anak-anak seharusnya orang tua membuat pondasi (karakter) yang kuat, jika sewaktu-waktu terjadi badai atau gempa, maka akan kuat menahan badai yang datang, dan kuat menahan goncangan dari gempa. Dan apabila pondasinya tidak kuat, maka dapat dipastikan bahwa piramidanya akan hancur.

Membangun pondasi pada anak adalah membentuk karakter. Karakter adalah kebiasaan yang sering dilakukan. Pendidikan karakter yang saat ini sedang hangat, dilakukan oleh dua institusi, pertama Sekolah dan kedua Keluarga. Membentuk karakter adalah membentuk kebiasaan-kebiasaan baik pada anak. Artinya orang tua yang telah memiliki visi dan misi membentuk karakter pada anaknya, harus juga memperhatikan sekolah yang akan dipilihnya untuk anaknya.

Maka kita patut berbangga ketika pada akhir tahun 2000-an mulai menjamur Sekolah-Sekolah Islam Terpadu. Adanya SDIT, SMPIT atau SMUIT, saya menyakini bahwa ini adalah lembaga pendidikan yang mengupayakan anak didiknya memiliki karakter yang baik.

Menyoal tentang pendidikan karakter anak, menarik jika kita mentelaah pandangan Al-Ghazali tentang anak. Menurutnya “anak adalah amanah di tangan ibu bapaknya. Hatinya masih suci ibarat permata yang mahal harganya. Apabila ia dibiasakan pada suatu yang baik dan dididik, niscaya ia akan tumbuh besar dengan sifat-sifat baik dan akan bahagia di dunia akhirat. Sebaliknya bila ia dibiasakan dengan tradisi-tradisi buruk, tidak dipedulikan seperti halnya hewan, niscaya ia akan hancur dan binasa”. (Dalam Ahmad Syarifudin : Mendidik Anak Mencintai Al qur’an)

Anak itu seperti selembar kertas putih. Apa yang pertama dituliskan, maka itulah yang akan membentuk karakter dirinya. Bila yang pertama ditanamkan adalah warna agama, kesolehan, kejujuran, dan keluhuran budi pekerti, maka sifat-sifat tersebut akan terbawa sampai ia dewasa. Akan terbentuklah antibody (zat kebal) pada anak akan pengaruh negatif, seperti benci kesombongan, rajin ibadah, tidak membangkang pada orang tua.

Namun jika pada awalnya tidak ditanamkan warga agama dan keluhuran budi pekerti, maka yang muncul adalah antibody pengaruh positif, seperti malas beribadah, malas belajar, gila pujian, angkuh dan sebagainya. Dalam syair bahasa arab dikatakan man syabba ‘ala syai in syabba ‘alaihii  (barangsiapa membiasakan sesuatu semenjak kecil maka diakan terbiasa dengannya hingga dewasa).

Realitas yang kita tonton hari ini, memberikan warna negatif. Profesi seseorang bertolak belakang dengan karakter yang harusnya ia miliki. Dokter melakukan praktek aborsi ilegal, dosen  melakukan plagiat karya ilmiah guna mendapatkan gelar doktor, guru yang mengajarkan kekerasan, polisi yang menikmati narkoba, hakim yang di sogok, pejabat korupsi, siswa SMP melakukan mesum di kelas, tawuran pelajar, sampai anggota DPR RI juga melakukan korupsi. Kondisi ini terjadi, menurut hemat penulis, karena pondasi agama yang tidak kuat ditanamkan orang tuanya ketika masih anak-anak.

Tentu kita sebagai orang tua sedih dan bahkan mungkin bisa stress mengetahui anaknya yang sudah berhasil menjadi pejabat, namun di penjara karena melakukan perbuatan asusila. Oleh karena itu sangat penting apabila kita memperhatikan pesan Ibnu Khaldun. Penulis mengutip pesan Bapak Sosiologi dunia ini sebagai landasan yang kuat untuk menanamkan pendidkan Al Qur’an sebagai-pilihan utama dalam mendidik anak.

“Setiap orang tua, harus mengupayakan mendidik anak agar mencintai Al Qur’an, menanamkan pendidikan Al Qur’an sejak dini karena pendidikan Al Qur’an adalah fondasi seluruh kurikulum pendidikan di dunia Islam, karena pendidikan (karakter) Al Qur’an merupakan syiar agama yang mampu menguatkan akidah dan mengokohkan keimanan. (Mukadimah Ibnu Khaldun : 461).

Dengan menanamkan kecintaan anak terhadap Al Qur’an, insyallah kita telah membentuk anak kita berkarakter Al Qur’an. Kondisi ini akan mengalahkan kecintaan anak-anak kita terhadap hal yang lain. Karena pada masa anak-anak inilah waktu yang paling sempurna dalam pembentukan karakter pada anak.

Melengkapi tulisan ini satu pribahasa yang kita yakin akan hikmahnya adalah belajar di waktu kecil seperti melukis di atas batu, sedangkan belajar di waktu besar seperti melukis di atas air.  “Setiap bayi dilahirkan atas fitrah (tauhid keimanan). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya memeluk Yahudi, Nasri atau Majusi (HR. Bukhari I : 240)

Maka pertanyaan terakhir yang saya ajukan adalah, mau seperti apa kita mendidik anak?
·         Penulis adalah Kepala Sekolah Pesantren Al Qur’an SMPIT Ruhul Jadid TIgaraksa Banten